Pages

Minggu, 05 Juni 2011

Perkembangan Pola Pikir Manusia

0 komentar

BAB I : PENDAHULUAN

 

Beberapa golongan manusia selama ini selalu berpikir bahwa akal dan pikiran merupakan sebuah alat ampuh untuk menjelaskan segala hal yang berada di sekeliling dirinya. Fenomena-fenomena alam, kejadian sosial dan berbagai kejadian di muka bumi diyakini mampu dijelaskan dengan akal dan pikirannya.

Keadaan ini mulai mendominasi kehidupan manusia, terutama di kalangan urban, sehingga mereka melihat segala sesuatu dengan akal pikiran. Dan, segala sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan alat tersebut dikatakan “irational”. Keadaan ini membuat saya tertarik mencoba memikirkan, apakah benar, akal itu sangat berguna untuk menjelaskan berbagai hal dan menginformasikan pada kita bahwa hal-hal yang di luar sistematika tersebut adalah suatu hal yang tidak benar. Atau singkatnya, segala hal yang tidak bisa diilmiahkan itu salah.

Akal mereject hal-hal yang berbau mistis dan sejenisnya. Namun, terdapat sebuah keadaan ironis disini, dimana bukti empiris tidak selamanya konsisten mereject keberadaan hal-hal mistis tersebut.

Suatu hal yang menarik dalam sejarah manusia adalah dimanapun peradaban manusia berada, pasti terdapat suatu hal yang berbau mistisme, padahal peradaban-peradaban itu terpisah berjuta-juta kilometer, dan mungkin tidak ada hubungan antara peradaban tersebut.

Di Rumania ada mitos tentang Count Dracula from Transylvania, the Flying Dutchman di Eropa, Rubah di Jepang, Kuntilanak dan sebangsanya di Asia Tenggara dan berbagai macam hal berbau mistis lainnya. Kalau memang hal tersebut sebenarnya bohong, kenapa dimanapun manusia berada pasti memiliki mitos-mitos seperti hal tersebut.

Apa hal ini bisa dikatakan sebagai kebohongan karena hal ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah??? Sedangkan disisi lain, faktanya keberadaan hal tersebut diyakini keberadaannya oleh masyarakat manapun didunia dengan versi yang berbeda. Bagaimana mungkin hal yang bohong diyakini oleh hampir seluruh peradaban yang telah ada didunia, sedangkan peradaban itu mungkin tidak pernah bertemu sebelumnya.

Mungkin ini adalah sedikit dari bagian yang tidak bisa dijelaskan oleh akal manusia. Dalam pembentukan model untuk menjelaskan berbagai hal, jika hanya menggunakan nalar, mungkin akan meninggalkan disturbance term (Error) yang cukup besar, karena banyak hal yang mungkin tidak bisa dijelaskan hanya oleh akal. Donald B. Calne, seorang Neurologist dari University of British Columbia dalam bukunya Within reason: Rationality and Human Behaviour hendak menjelaskan pada kita bahwa akal itu hanya merupakan sebuah Tools yang digunakan dalam proses berfikir kita. Masih banyak tools lain yang bisa digunakan untuk menjelaskan berbagai macam hal: naluri, Agama, kearifan lokal dan hal lain sebagainya yang terkadang dianggap non-sense oleh si akal sendiri, ternyata punya kemampuan tersendiri untuk menjelaskan hal-hal tersebut.

Tapi permasalahannya, apakah ada kemungkinan akal untuk terus bekerja selaras dengan tools lain yang terkadang saling bertentangan dan menghancurkan satu sama lainnya, walaupun di lain kesempatan mereka saling melengkapi. Dan ketika perbenturan antar tools itu terjadi, akan ikut kemanakah kita?
 

BAB II : PEMBAHASAN

 

A.  Perkembangan Pola Pikir Manusia

Munculnya ilmu pengetahuan adalah karena karakter unik yang dimiliki oleh manusia yaitu hasrat/keinginan untuk mengetahui. Manusia mempuyai rasa ingin tahu terhadap benda-benda di sekelilingnya, alam sekitar, matahari, bulan, tanaman, hewan dan semua makhluk hidup yang lainya. Tidak sampai di sini, manusia juga mempunyai hasrat untuk mengetahui tentang hakikat dirinya sendiri (antroposentris).
Rasa ingin tahu ini tidak dimiliki oleh makhluk lain, sebagaimana tanah, batu, angin, air. Bisa saja mereka dikatakan melakukan gerakan, namun gerakan itu hanya terbatas karena pengaruh ilmiah yang bersifat kekal. Bagaimana tentang binatang atau tumbuhan? Sebatang pohon menunjukkan aktivitas pertumbuhan atau gerakan, namun gerakan itu hanya untuk mempertahankan kelestarian hidupnya yang bersifat tetap. Akar bergerak mencari sumber makanan dan air, daun bergerak menuju arah cahaya. Tentu saja kecenderungan itu berlangsung sepanjang zaman. Bintang seperti ikan, burung, harimau dan binatang lain yang mempunyai tingkat eksplorasi yang lebih tinggi dari tumbuhan misalnya, mereka semua melakukan aktivitas. Namun tentu saja hanya terbatas bertujuan untuk mencari sumber makanan, menghindari sumber bahaya atau untuk melestarikan kehidupanya. Hal semacam itu bisa dikategorikan kepada pengetahuan, namun pengetahuan itu tidak akan bisa berkembang. Dengan kata lain tidak berubah dari zaman ke zaman. Rasa ingin tahu seperti itu oleh Asimov (1972) disebut dengan instink atau idle curiousity. Kemampuan ini hanya bekerja untuk tiga hal, mencari makan, melindungi diri, dan berkembang biak.
Begitu juga dengan manusia yang jelas-jelas dalam Al-Quran diamanahi sebagai khalifah di bumi ini, tentu hal ini menimbulkan konsekuensi, yaitu keutamaan manusia dari makhluk yang lainnya.Yang membedakanya dari makhluk lain adalah bahwa curiousity manusia selalu berkembang. Setelah menemukan tentang apa-nya, mereka juga ingin tahu tentang bagaimana dan mengapa.
Kemampuan manusia untuk mengkombinasikan daya pikirnya yang telah di dapat sebelumnya dengan pengetahuan baru ini akan membuat manusia semakin memperkaya diri dengan perbendaharaan pengetahuan. Sekedar contoh, manusia purba dahulu yang hanya bertempat tingagal di gua-gua, dengan akumulasi pengetahuanya berhasil menciptakan inovasi bagi kenyamanan dirinya. Mereka telah berhasil menciptakan rumah-rumah di atas pohon. Bahkan sekarang telah berhasil menciptakan gedung-gedung pencakar langit yang begitu menjulang. Apakah kita pernah menemukan ada seekor haimau yang hidup di dalam apartemen mewah yang indah sebagaimana manusia?
Rasa ingin tahu ini masih saja berkembang sampai sekarang, bahkan tidak hanya terbatas pada kebutuhan-kebutuhan yang bersifat praktis belaka, namun sudah sampai ke dalam tingkat hal-hal yang lebih efektif yaitu mendayagunakan seluruh alam ini, bahkan sampai kepada hal-hal yang menyangkut keindahan.
Manusia sebagai makhluk mempunyai ciri-ciri diantaranya:
1.      Memiliki organ tubuh yang kompleks dan unik terutama otak
2.      Adanya petukaran zat
3.      Respon terhadap rangasangan dari luar dan dalam tubuh
4.      Potensi untuk berkembang biak
5.      Tumbuh dan bergerak
6.      Berintegrasi dengan lingkungan
7.      Mati.
Maka, inilah yang menjadi alat vital bagi kelestarian peradaban manusia, yaitu mempunyai daya pikir yang lebih kuat dari daya fisik manusia sendiri. Berbeda dengan makhluk yang lain berfisik kuat, namun daya pikirnya lemah.
Dari dorongan untuk memcahkan masalah yang dihadapinya, manusia belajar untuk menciptakan solusi-solusi yang akhirnya berkumpul menjadi kumpulan pengetahuan. Hal ini tidak hanya pada alam sekitar, namun juga pada dirinya sendiri. Manusia pada intinya dapat mengamati fenomena alam sekitar yang berskala besar (makrokosmos) maupun kecil (mikrokosmos).
Berlangsungnya perkembangan pengetahuan tersebut lebih mendapatkan momentumnya karena ditunjang akan kemampuan bertukar informasi dengan melakukan aktivitas komunikasi dengan sesama. Begitu juga hal ini didukung oleh sifat manusia yang ingin maju, tidak pernah puas, dan tentu sifat untuk semakin memperbaiki diri.

B.  Mitos, penalaran, dan berbagai cara untuk memperoleh pengetahuan

Perkembangan yang begitu kentara dari manusia adalah adanya rasa ingin tahu tentang kebutuhan yang bersifat non-fisik, tidak hanya kebutuhan yang dihasilkan dari pengamatan inderawi. Manusia selalu bertanya pada hal yang bisa memuaskan alam pikiranya. Untuk hal itu mereka selalu mereka-reka sendiri jawaban dari segala pertanyaanya. “apakah pelangi itu?”, tentu itu adalah pertanyaan yang sangat berat bagi merke dahulu. Dengan segala kemampuanya mereka menjawab bahwa pelangi itu adalah selendang bidadari. Dari sini mereka mendapat pengertahuan baru yaitu adanya bidadari. Contoh lain mengapa gunung meletus?, jawaban dari fenomena out adalah karena yang menunggu gunung itu sedang arah. Dapat lagi satu pengetahuan baru yaitu yang berkuasa. Dengan cara yang sama munculah pengetahuan serupa yang biasa kita sebut sebgai mitos.
Mitos sendiri merupakan batu loncatan manusia untuk mengenal alam yang non-pragmatis dari alam ini. Mitos disebabkaan oleh keterbatasan indera manusia, seperti:
1.      Alat penglihatan
2.      Alat pendengaran
3.      Alat pencium/pengecap
4.      Alat perasa
Kemampuan indera manusia berbeda dari satu dengan yang lainya. Ada yang berkamampuan tajam ada juga yang lemah penglihatanya, penciumanya, atau indera yang lain. Akibat keterabatasan ini maka mungkin saja akan timbul salah tafsir, informasi dan mungkin juga salah pemikiran. Usaha-usaha yang telah dilakukan manusia adalah dengan menciptakan alat-alat yang dapat mambantu dalam mengamati fenomena alam ini, sekalipun itu terbatas. Namun saja manusia tak akan berhenti hingga mereka telah menduduk puncak kepuasan.
Jadi mitos boleh saja dipakai dalam masyarakat pada waktu out karena:
·         Keterbatasn pengetahuan akibat keterabtasan kemampuan indera maupun alat bantunya
·         Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu
·         Hasrat ingin tahu sudah terpenuhi
Menurut auguste comte (1798-1857), dalam sejarah perkembangan peradaban manusia, baik sebgai individu maupun keseluruhan, berlangsung dalam tiga tahap:
1.      Tahap teologi/fiktif, dalam tahap ini manusia berusaha untuk mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan akhir dari segala sesuatu. Tentu saja semua itu dihubungkan kepada kekuatan ghaib diluar kemampuan mereka sendiri. Mereka meyakini adanya kekuatan yang maha hebat yang menguasai semua fenomena alam entah itu dewa atau kekuatan ghaib lainya.
2.      Tahap filsafat/fisik/abstrak, tahap ini hampir sama dengan tahap sebelmnya. Hanya saja mereka mendasarkan semua itu pada kamampuan akalnya sendir, akal yang mampu untuk melakukan abstraksi antuk menemukan hakikat sesuatu.
3.      Tahap positif/ilmiah riil, merupakan tahap dimana manusia mampu untuk melakukan aktivitas berpikir secara positif atau riil. Kemampuan ini didapatkan melalui uasaha pengamatan, percobaan, dan juga perbandingan.
Jika kita hubungkan dengan mitos yang dilakukanmanusia, hal itu diperoleh karena keterbatasan pengalaman dan pemikiran, sehingga apa saja yang tidak dapat mereka temukan jawabanya, itu adalah hal yang diluar usash mereka. Yaitu apa saja yang dikuasai oleh kekuatan ghaib di luar daya mereka. Mitos sangat berpengaruh pada waktu itu, bahkan sampai sekarang pun masih saja ada suatu komunitas yang belum lepas dari jeratan mitos. sebgaiaman yang kita tamukan dalam masyarakat sekitar kita dengan menanggapi realitas dengan melakukan penyembahan, selamatan, tari-tarian, dan lagu-laguan.
Manusia secara terus menerus mengembangkan pengertahuannya tidak hanya menyangkut kebutuhan hidup. Mereka mencoba untuk merumuskan mana yang baik dan mana yang buruk, indah dan jelek.
Berpikir adalah kemampuan penalaran manusia dengan proses yang benar. Penalaran mreupakan usaha logis dan analisis untuk menemukan jawaban atas berbagai pertanyaaan. Kemampuan ini tidak didapat melalui perasaan. Namun tentu ada pengetahuan yang bersumber dari bukan penalaran, yaitu:
1.      Pengambilan kepitusan berdasarkan perasaaan
2.      Intuisi, kegiatanberpikir yang tidak analisis. Intuisi adalah pengetahuan yang timbul dari pengetahuan-pengetahuan terdahulu, intuisi bisa saja timbul menyelesaikan permasalahan tanpa proses berpikiran sistematis.
3.      Wahyu, merupakan sumber pengetahuan yang paling tinggi.
4.      Trial and error, mencoba dan menemukan kegagalan, mencoba lagi dan gagal lagi hingga menemukan cara yang benar-benar tepat.
Puncak hasil pemikiran manusia tesebut didapat pada zaman babylonia (700-600 SM). Pendapat mereka adalah bahwa bumi itu merupakan ruangan atau selungkup. Bumi itu lantai dan langit adalah atapnya. Horoskop, merupakan hasil dari peradaban ini. Yaitu ramalan nasib manusia berdasarkan perbintangan.
Sejalan dengan kemajuan zaman, dengan ditemukannya berbagai alat bantu untuk mengungkap fenomena alam itu, maka manusia sedikit demi sedikit beranjak untuk mendayagunakan akal mereka.
Ada beberapa tokoh yang atas sumbangsih terbesar bagi alam ini adalah:
1.      Anaximander 610-546 SM)
2.      Anaximenes (560-520 SM)
3.      Phytagoras (500 SM)
4.      Emedokles (480-430 SM)
5.      Plato (427-347 SM)
6.      Aristoteles (348-322 SM)

C.  10 Gejala Aneh Kacaukan Pikiran Manusia

Pikiran adalah sesuatu yang luar biasa. Sangat banyak hal mengenai pikiran yang masih berupa misteri hingga saat ini. Ilmu pengetahuan mungkin bisa menjelaskan bagaimana terjadi gejala-gejala aneh ini, tetapi tidak bisa menerangkan sebab-sebabnya. Barangkali di antara gejala-gejala aneh ini pernah dialami oleh Wikimuer. Bahkan mungkin pernah mengacaukan kehidupan anda.
Kita mempunyai beberapa pengalaman akan perasaan, yang datang kepada kita beberapa saat, dari apa yang kita katakan, dilakukan setelah dikatakan atau dilakukan sebelumnya, di suatu waktu yang lampau - dari hal-hal di sekeliling kita, berupa masa lalu, dengan wajah-wajah sama, benda-benda, dan keadaan - dari pengetahuan kita yang sempurna akan apa yang akan dikatakan nanti, seolah-olah kita tiba-tiba mengingatnya! - Charles Dickens

1. Deja vu

Deja vu adalah pengalaman tertentu akan sesuatu yang sedang berlangsung di mana anda sudah mengalaminya atau melihat situasi baru itu sebelumnya - anda merasa seolah-olah peristiwa telah terjadi atau sedang mengulanginya. Pengalaman itu biasanya disertai oleh perasaan yang kuat seperti sudah mengenal dan suatu perasaan berupa kengerian, asing, atau aneh. Pengalaman “yang sebelumnya” ini biasanya berhubungan dengan mimpi, tetapi kadang-kadang ada suatu perasaan pasti bahwa itu sudah terjadi di masa lalu.

2. Deja Vecu

Deja vecu (Dibaca deya vay-koo) adalah apa yang dialami banyak orang ketika mereka berpikir sedang mengalami deja vu. Deja vu adalah perasaan telah melihat sesuatu sebelumnya, sedangkan deja vecu adalah pengalaman setelah melihat suatu peristiwa sebelumnya, tapi hanya di dalam detil yang besar - seperti mengenali bau-bauan dan bunyi-bunyian. Hal ini juga biasanya disertai oleh suatu perasaan yang sangat kuat akan pengetahuan sesuatu yang akan datang kemudian. Pengalaman yang pernah terjadi - tidak hanya mengenal apa yang akan datang berikutnya - tetapi juga mampu mengatakan kepada orang di sekitar apa yang akan datang itu, dan biasanya itu adalah benar. Ini sangat aneh dan sensasi yang tidak bisa dijelaskan.

3. Deja Visite

Deja Visite adalah pengalaman yang hanya sedikit orang mengalaminya di mana melibatkan suatu pengetahuan gaib akan suatu tempat yang baru. Sebagai contoh, anda mungkin pernah mengetahui jalur jalan di suatu kota yang baru anda datangi atau pemandangannya meskipun tidak pernah ke sana sebelumnya, dan anda yakin mustahil mempunyai pengetahuan tentang itu. Kalau Deja Visite tentang hubungan-hubungan geografis dan ruang, selagi Deja Vecu adalah tentang kejadian-kejadian sementara waktu. Nathaniel Hawthorne menulis tentang sebuah pengalaman seperti ini di dalam bukunya “Our Old Home” di mana dia mengunjungi sebuah benteng yang sudah hancur dan mempunyai pengetahuan lengkap mengenai denah tata letaknya. Ia kemudiannya mampu melacak pengalaman itu dalam sebuah puisi karangan Alexander Pope yang dibacanya beberapa tahun kemudian. Puisi itu menggambarkan keadaan benteng itu dengan akurat persis seperti yang diketahuinya.

4. Deja Senti

Deja Senti adalah fenomena akan sesuatu yang pernah dirasakan. Hal ini eksklusif sebuah fenomena kejiwaan dan jarang menetap di dalam ingatan anda setelah itu. Di dalam kata-kata dari orang setelah mengalaminya adalah: “Apa yang menjadi perhatian adalah apa yang sudah diperhatikan sebelumnya, dan sungguh sudah dikenal, tetapi sudah dilupakan untuk sementara waktu, dan sekarang merasa puas seakan-akan hal itu telah diingat kembali. Kemampuan mengingat itu selalu dimulai dengan suara orang lain, atau oleh perkataan dari pikiranku sendiri, atau dengan apa yang kubaca dan perkataan jiwa. Aku pikir selama keadaan tidak normal aku berkata-kata secara umum beberapa kalimat sederhana seperti ‘Oh, ya. Aku mengerti’, ‘Tentu saja, aku ingat’, dan lain-lain, hanya satu atau dua menit kemudian aku dapat mengingat kembali semuanya, dengan tidak memerlukan kata-kata maupun pemikiran yang dinyatakan dengan lisan untuk menimbulkan ingatan. Aku hanya mendapatkan bahwa perasaan itu serupa dengan apa yang sudah kurasakan sebelumnya di dalam kondisi tidak normal seperti itu.”
Anda berpikir baru saja mengucapkannya, tetapi anda juga menyadari bahwa sesungguhnya tidak mengucapkan suatu kata pun.

5. Jamais Vu

Jamais vu (tidak pernah melihat) digambarkan sebagai sebuah situasi sudah pernah dikenal tapi tidak bisa mengenali. Hal itu sering dianggap sebagai kebalikan dari deja vu dan menimbulkan perasaan ngeri dan takut. Anda tidak mengenali sebuah situasi meskipun anda mengetahui secara rasional bahwa anda telah berada di dalam situasi itu sebelumnya. Secara umum dapat dijelaskan ketika seseorang beberapa saat tidak mengenali seseorang, kata, atau tempat yang sebetulnya sudah diketahuinya. Ini menjadikan orang percaya bahwa jamais vu merupakan sejenis gejala dari kelelahan otak.

6. Presque Vu

Presque vu sering diungkapkan dengan kata-kata, “serasa sudah di ujung lidah” - merupakan perasaan yang kuat bahwa anda akan mendapatkan petunjuk atau ilham akan apa yang terlupa, tapi tidak pernah datang. Istilah “presque vu” artinya “hampir melihat”. Sensasi presque vu dapat sangat mengacaukan perasaan dan pikiran, dan seringkali orang sudah tidur dibuatnya.

7. L’esprit de l’Escalier

L’esprit de l’escalier (lelucon di tangga rumah) adalah rasa untuk berpikir suatu komentar balasan yang cerdas ketika hal itu sudah terlambat untuk disampaikan. Ungkapan itu dapat digunakan untuk menguraikan tentang komentar balasan yang cepat terhadap penghinaan, atau setiap komentar pintar dan jenaka, walaupun kedatangannya sudah terlambat dan tidak berguna lagi diumpamakan kita berpikir ketika sudah berada di atas tangga meninggalkan suatu kejadian. Sebuah kata dari bahasa Jerman “treppenwitz” digunakan untuk maksud yang sama. Ungkapan yang terdekat di dalam bahasa Inggris untuk menguraikan situasi ini adalah “being wise after the event” atau menjadi bijaksana setelah kejadian. Peristiwa itu biasanya disertai oleh perasaan penyesalan karena tidak terpikirkan sebelumnya untuk memberikan komentar balasan yang cepat di saat diperlukan. Tapi mungkin lebih bijaksana kalau kita berpikir bahwa balasan itu mungkin bisa merunyamkan hubungan. Tuhan menyintai orang yang sabar dan menahan diri.

8. Capgras Delusion

Capgras delusion adalah fenomena di mana seseorang percaya bahwa sahabat karib atau keluarganya sudah berganti identitas seperti seorang penipu. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan kuno bahwa bayi-bayi telah dicuri dan digantikan oleh peri penculik anak dalam dongeng-dongeng di abad pertengahan, seperti juga khayalan modern mengenai makhluk asing atau alien yang mengambil alih tubuh dari orang-orang di bumi untuk dijadikan sekutu mereka. Khayalan ini ditemukan paling umum pada pasien berpenyakit jiwa, tetapi tidak menutup kemungkinan itu juga sudah mengacaukan pikiran anda.

9. Fregoli Delusion

Fregoli Delusion adalah fenomena otak yang jarang terjadi, di mana seseorang mempercayai bahwa orang-orang yang berbeda, sesungguhnya adalah orang yang sama yang sedang menyamar. Hal itu sering dihubungkan dengan paranoid dan kepercayaan bahwa orang yang menyamar itu sedang berusaha untuk menganiaya dirinya. Kondisi itu diberi nama seperti aktor Italia, Leopoldo Fregoli yang terkenal dengan kemampuannya untuk merubah diri secara cepat selama penampilannya aktingnya. Laporan pertama di 1927 dalam sebuah studi kasus pada seorang wanita berusia 27 tahun yang percaya dia sedang dianiaya oleh dua yang aktor yang sering dilihatnya di sebuah teater. Dia percaya kalau orang-orang ini “mengejarnya terus-menerus dengan berubah wujud seperti orang-orang yang dikenalnya”.

10. Prosopagnosia

Prosopagnosia adalah fenomena di mana seseorang tidak mampu mengenali wajah-wajah orang atau obyek yang seharusnya sudah dikenal. Orang-orang yang mengalami kekacauan ini biasanya mampu menggunakan perasaan lainnya untuk mengenali orang-orang, seperti bau parfum seseorang, bentuk atau gaya rambut, suara, atau bahkan gaya berjalan mereka. Suatu kasus yang klasik dari kekacauan ini dimuat dalam sebuah buku yang terbit tahun 1998 dan pernah ditampilkan dalam bentuk opera Michael Nyman berjudul “The man who mistook his wife for a hat” atau orang yang keliru akan istrinya karena topinya.

Konsep Dasar Sistem Informasi

0 komentar
 BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia komputer khususnya di Indonesia,Maka Penulis akan menjelaskan berbagai hal yang berhubungan dengan Pelajaran Konsep Sistem Informasi .Dan tidak ada salahnya jika Penulis menjelaskan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, mengikuti perkembangan teknologi tersebut sangat besar biayanya,Apabila mengikuti perkembangan tersebut tanpa mengerti betul apa dan bagaimana dengan teknologi tersebut. Dalam ketidaktahuan akan terlalu banyak biaya yang di gunakan untuk menggunakan teknologi tersebut baik untuk pembelian perangkat , melakukan pemasangan dan pengaturan konfigurasi serta penanganan apabila terjadi kegagalan operasi.

2. Tujuan

Tujuan yang diinginkan adalah untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan berwawasan IPTEK dan pengembangan teknologi komputer yang luas sebagai sarana dan usaha dalam mengembangkan berbagai aspek teknologi computer agar lebih berkembang lagi.

BAB II
PEMBAHASAN


1. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

1.     Sistem
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan operasi didalam sistem. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya.
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar disebut dengan supra system.
Contohnya suatu perusahaan dapat disebut sebagai suatu sistem sedang industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem, maka perusahaan adalah supra sistem dan industri adalah supra dari supra sistem.



2.     Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian. Contoh informasi :
Ä   Koran
Ä   Televisi
Ä   Radio
Ä   Internet
Ä   Multimedia

3. Sistem Informasi
Sistem informasi, menurut Leitel dan Davis dalam bukunya “Accounting Information System” mendefinisikan bahwa : Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan-kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
            Definisi yang umum, sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem dalam suatu organisasi yang mengolah data menjadi bentuk yang lebih berguna untuk mencapai suatu tujuan.
Definisi Sistem Informasi :
Sumber
Definisi
Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Bodnar dan Hopwood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
Gelinas, Oram, dan Wiggins (1990)
Sistem informasi adlah suatu system buatan manusia yang secara umumterdiri atas sekupulan komponen berbasis computer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai.
Hall (2001)
Sistem informasi adlah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, di prose's menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai.
Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sebuah system informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan spesifik.
Wilkinson (1992)
System informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia, computer) untuk mengubah masukkan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa “Sistem Informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, computer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi), dan dimasukkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
Contoh Sistem Informasi:
ë  Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio, misalnya untuk mendapatkan suhu kingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api.
ë  System berdasaarkan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena didalam kartu tersebut terekam data-data mengenai pasien.
ë  Sistem yang dipasang pada tempat-tempat public yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti  hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dll.
          
2. EVOLUSI KOMPUTER MENURUT BEBERAPA GENERASI

Karakteristik komputer pada berbagai generasi :

Generasi
Komponen
Memori Utama
Waktu Siklus
Pertama
Tabung hampa
2 K
100 milidetik
Kedua
Transistor
64 KB
10 mikrodetik
Ketiga
IC
4 MB
500 nanodetik
Keempat (awal)
LSI dan VSLI
16 MB
800 pikodetik
Keempat (1988)
VSLI
64 MB
2000 pikodetik

  • Generasi Pertama (1940-1959)
  • Generasi Kedua (1959-1964)
  • Generasi Ketiga (1964-1980) 
  • Generasi Keempat (1980 - Sekarang) 
  • Generasi Kelima (Masa Depan)

1.            Generasi Pertama (1940-1959)

Komputer modern ditandai dengan kelahiran komputer elektronik yang disebut dengan ENIAC (Elektronik Numerical Integrator and Computer). Komputer pertama kali diciptakan pada tahun 1946 di universitas Pensylvania, Amerika Serikat, oleh Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, Jr. ENIAC merupakan yang komputer serba-guna

Ciri-ciri komputer generasi pertama yakni menggunakan tabung hampa (vacuum-tube) sebagai komponen utama untuk menyimpan dan memproses informasi. Tabung hampa tersusun atas filament dan lempengan logam yang yang diletakkan dalam tabung gelas. Komponen ini digunakan sebagai saklar hidup-mati yang dimaksudkan untuk menggantikan saklar mekanis. Sekalipun saklar dengan tabung hampa bekerja lebih baik daripada saklar mekanis, tabung hampa memiliki kelemahan dalam hal membutuhkan daya listrik yang besar dan menimbulkan panas.

ENIAC melibatkan 19.000 tabung hampa. Luas lantai yang diperlukan sebesar 15.000 kaki persegi dengan berat lebih dari 30 ton. Kemampuan untuk melakukan perhitungan adalah sebanyak 5.000 penjumlahan atau 500 perkalian dalam setiap menit. Daya listrik yang diperlukan sebesar 200 kilowatt.

Memori yang digunakan berupa:
   Delay line
   Tabung elektrostatik
   Drum magnetik

Selain ENIAC, yang termasuk sebagai komputer generasi pertama adalah:
   Burroughs 205, 220
   CADAC 100 series
   Datametic 1000
   Datatron 203, 204, dan 205
   EDVAC, dll

2.            Generasi Kedua (1959-1964)

Jika komputer generasi pertama menggunakan tabung hampa, komputer generasi kedua memakai transistor yang berukuran relatif lebih kecil, lebih handal, lebih murah, dan tidak sepanas tabung hampa. Semua komputer generasi kedua menggunakan memori berupa inti magnetik. Peningkatan kemampuan komputer cukup pesat dan computer mulai digunakkan secara luas untuk aplikasi sains dan bisnis. Komputer jenis ini yang paling banyak digunakan adalah IBM 1401.

Contoh komputer yang termasuk generasi kedua yaitu :
  CDC 1604, 3600
  Ferranti Atlas
  Honeywell 800
  IBM Seri 7000 dan IBM seri 1400
  Philco 2000, dll

3.            Generasi Ketiga (1964-1980) 

komputer pada masa ini menggunakan komponen IC (integrated circuit). Sebuah IC mengandung ratusan hingga ribuan transistor. Selain itu, juga mengandung resistor dan diode. Mengingat komponen-komponen elektronika tarlatan pada sekeping material semi-konduktor, pengawatan menjadi berkurang drastis dan jarak tempuh elektron menjadi sangat pendek. Oleh karena itu, ukuran komputer generasi ketiga menjadi relatif kecil dan memiliki kemampuan yang jauh lebih meningkat daripada generasi kedua.

Era generasi ini ditandai dengan kemunculan IBM S/360 pada tanggal 7 April 1964. padaa masa ini, komputer awalnya masih menggunakan inti magnetic sebagai memori utama. Pada perkembangan selanjutnya, memori yang digunakan dibuat dari bahan semikonduktor. Peningkatan ukuran memori dan kecepatan eksekusi cukup drastis.

Contoh komputer yang termasuk generasi ketiga yaitu :
   Amdahl 470 VC/6 system
   Burroughs B5500, B6700, 1700
   CDC 6000
   Cyber 70 series
   DEC PDP-10, 11,dll

4.            Generasi Keempat (1980 - Sekarang) 

Kita dikatakan sedang berada di dalam zaman peralihan dari generasi ketiga ke generasi keempat. Di dalam generasi ini, chip masih lagi digunakan sebagai tempat penyimpanan ingatan. Walaupun begitu, ia telah menjadi lebih maju sehingga beratus ribu transistor telah ditempatkan ke dalamnya. Proses ini dipanggil Pengamiran Skala Amat Besar (Very Large Scale Integration atau VLSI). 

Melaui teknologi VLSI, sebuah chip dapat menampung hal-hal yang dibutuhkan oleh sebuah computer. Pada tahun 1971, Intel berhasil membuat sebuah mikroprosesor (Intel 2004)

Yang termasuk dalam kategori generasi ini:
   IBM PC
   IBM AS/400
   Fujitsu DS/90

5.            Generasi Kelima (Masa Depan)

Berbeda dengan empat generasi sebelumnya yang didasarkan pada arsitektur Von Neumann, komputer generasi kelima menggunakan massively parallel processor (MMP). Arsitektur Von Neumann adalah arsitektur yang dipakai pada komputer konvensional. Berdasarkan arsitektur ini, informasi diproses secara serial (berurutan), satu instruksi per satuan waktu. Dengan pendekatan seperti ini, komputer yang murah dapat dibuat untuk menyaingi kecepatan superkomputer.

3. RAGAM KOMPUTER DARI GENERASI

1.      Generasi pertama, teknologi lampu tabung/tabung hampa (vacuum tube) sebagai komponen elektronik  utama . Jenis komputer ini lambat memerlukan ruangan yang besar, memerlukan pendingin yang kuat karena panas yang ditimbulkan oleh lampu tabung tersebut, single processing dan memiliki memori yang sangat kecil dibandingkan dengan ukuran fisiknya
2.      Generasi kedua, teknologi semi-konduktor berupa transistor yang ukurannya jauh lebih kecil dibanding dengan tabung hampa. Jenis ini sudah jauh lebih baik dibanding teknologi lampu tabung. Ukurannya lebih kecil, mulai diperkenalkan pada era tahun 1960. Komputer jenis ini yang paling banyak digunakan adalah IBM 1401
3.      Generasi ketiga, mulai diperkenalkan sejak tahun 1965 dengan teknologi IC (Integrated Circuit). Jenis komputer ini lebih kecil dan lebih cepat. Dukungan software sudah terlihat lebih nyata
4.      Generasi keempat, menggunakan teknologi LSI ( Large Scale Integrated Circuit). Jenis komputer ini sangat variatif , banyak digunakan sebagi komputer pribadi. Sebagai contoh;
            1. Mikroprosesor 4 bit Intel 4004 dan 4040 (1971)
            2. Mikroprosesor 8 bit Intel 8008 (1972)
            3. Mikroprosesor 8 bit dengan dilengkapi register Intel 8080 (1974)
            4. Mikroprosesor 8 bit Z80CPU (1976) dari Zilog
            5. Mikroprosesor 8 bit Intel 8086 (1978)
            6. Mikroprosesor 16 bit Intel 8088 dengan 8 bit jalur data (1979)
5.      Generasi kelima, menggunakan teknologi VLSI ( Very Large Scale Integrated Circuit), mempunyai kemampuan pengolahan data yang cukup besar. Yang termasuk dalam jenis ini yang populer adalah komputer dengan
     1. Mikroprosesor 16 bit dengan 8 bit jalur data Intel         80186 (1982)
     2. Mikroprosesor 16 bit dengan 16 bit jalur data Intel       80286 (1985)
     3. Mikroprosesor 32 bit dengan 16 bit jalur data Intel       80386 (1987)
     4. Mikroprosesor 32 bit dengan 32 bit jalur data Intel       80486 (1989)
     5. Mikroprosesor 64 bit dengan 32 bit jalur data Intel      Pentium (1990)
   
Pada tahun 1996 dipasaran beredar Pentium seri PC 620 dengan DRAM(Dynamic Random Access Memory) 16 Megabits, kemampuan ini ditingkatkan lagi menjadi 64 Megabits pada tahun 1998 yang lalu, tahun 2000 yang lalu, Mikroprosesor Intel telah memperoduksi seri PC 60786 dengan kemampuan kapasistas DRAM 256 Megabits. Jika beberapa waktu yang lalu pembuatan chip   meniru aliran panas hewan, kupu-kupu. Kini para ilmuwan sedang mengembangkan teknik pembuatan  dengan meniru  model penyusunan DNA. yang dalam biologi berfungsi untuk menyusun molekul-molekul yang lebih komplek. Dengan teknologi X-Rays litographi  dapat dibuat mikroprosesor yang lebih kecil 0,1 sampai 0,05 mikron, bekerja lebih cepat, tidak membutuhkan banyak daya serta sedikit menghasilkan panas dan yang lebih penting kemampuan komputer yang ada sekarang akan dapat ditingkatkan sampai  satu juta kali. Selain itu kajian teoritis tentang  semikonduktor berkecepatan tinggi terus dilakukan orang. Bellarusia dalam keadaan ekonomi yang sulit masih mampu meyumbangkan banyak penemuan dalam bidang fisika. Dua ilmuwan,  Zhores dan Kroemer tahun 2000 yang lalu mendapat hadiah Nobel atas riset mereka tentang  semiconductor heterostructure berkecepatan tinggi dan penerapannya dalam  optoelektronika(Anonim,2000a).  Hal ini akan memicu  revolusi di bidang komputer personal, transmisi dan kompresi data, lebar pita (bandwidth), teknologi penyimpanan data (data storage), penyampaian data(data access), integrasi multimedia dan jaringan komputer. Disamping itu life cycle perangkat lunak semakin pendek, dulu ordenya tahunan kini sudah mencapai orde mingguan. Teknologi mikroprosesor mulai beralih ke nanoprosesor.

 
4. CONTOH TEKNOLOGI KOMPUTER

³ Teknologi masukan (input technology)
Teknologi masukan adalah segala perangkat yang digunakan untuk menangkap data/informasi dari sumber asalnya. Contoh teknologi ini,antara lain barcode sccnner dan keyboard.Bercode scanner ini merupakan contah produk teknologi masukan yang biasa digunakan pada pasar swalayan untuk melakukan pemasukan data penjualan di kasa.
³ Teknologi keluaran (output technology)
Pada umumnya informasi disajikan dalam mmonitor. Namun,kadang kala pemakai mengiginkan informasi yang tercetak dalam menentukan kualitas cetakan ,misalnya Printer sebagai alat untuk mencetak.
³ Teknlogi perangkat lunak (software technology)
Untuk menciptakan informasi diperlukan perangkat lunak atau sering kali disebut program.program adalah sekumpulan instruksi yang digunakan unbtuk mengendalikan perangakat keras computer pengolah kata (word processor) merupakan contoh program yang banyak digunakan oleh pemakai computer untuk membuat dokumen.
³ Teknogi penyimpan (storage technology)
Teknogi penyimpan menyangkut segala peralatan yang digunakan untuk menyimpan data.seperti,Tape,hard disk,disket,dan Zipdisk.
³ Teknologi telekomunikasi (telecommunication technology).
Teknologi telekomunikasi merupakan teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh.Internet dan ATM ,merapakan contoh teknologi yang memanfaatkan teknologi telekomunokasi.
³ Teknologi (processing machine) atau lebih dikenal dengan istilah CPU.
Mesin pemroses adalah bagian penting dalam teknologi informasi yang berfungsi untuk mengingat data.progaram (berupa komponen memori) dan menegeksekusi program (berupa komponen CPU).

5. Perbedaan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Ø  Definisi Sistem Informasi
Dari berbagai definisi yang telah Penulis kemukakan di atas “Sistem Informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, computer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi), dan dimasukkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan”.
Ø Definisi Teknologi Informasi
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
·         lebih cepat
·         lebih luas sebarannya, dan
·         lebih lama penyimpanannya.

BAB III
PENUTUP

1.     Kesimpulan

Dari tugas diatas dapat disimpulakan bahwa:
1.      Sistem Informasi mencakup sejumlah komponen (manusia, computer, teknologi informasi, dan prosedur kerja), ada sesuatu yang diproses (data menjadi informasi), dan dimasukkan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
2.      Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima.
DAFTAR PUSTAKA

1.      http://sri_medan.idesa.net.my/infoict%202/index.html
2.      www.freewebs.com
3.      Konsep Dasar Sistem Informasi Oleh : Taufik Irawan
4.      Pendidikan dan perspektif  Teknologi Informasi  dalam era global oleh Dr. Suryadi Siregar DEA Staf Pengajar Institut Teknologi Bandung
5.      Pengenalan Teknologi Komputer dan Manfaatnya Oleh : JPN. Sumarno 
6.      Buku Pengenalan Sistem Informasi